Pertama di Indonesia Kodak Rilis UV Blue Lens
Posted Date: 3 September 2016

Mata adalah aset berharga yang harus dijaga dan dicegah agar tidak sakit dan yang palng parah tidak bisa digunakan lagi. Kenapa bisa demikian, karena sebagian besar masyarakat tidak peduli bahkan tidak tahu dengan dampak yang ditimbulkan dari penggunaan sinar pada gadget yakni sinar biru dan sinar matahari yakni sinar ultra violet.

Umumnya sudah dipahami bahaya sinar ultra violet (UV) yang dipancarkan matahari bagi kulit. Sebetulnya sinar UV ini juga buruk bagi kesehatan mata, antara lain mempercepat penuaan mata, dan menjadi salah satu faktor resiko timbulnya penyakit katarak.

Katarak adalah kondisi keruhnya lensa mata sehingga mengaburkan pandangan dan bahkan pada stadium lanjut menimbulkan kebutaan. Katarak sering dihubungkan dengan usia lanjut, tapi kadang-kadang katarak dapat berkembang pada usia muda juga.

Selain sinar UV, maka paparan terus menerus dari cahaya biru energi tinggi  (HEV-High Energy Visible Light) juga dicurigai menjadi salah satu faktor resiko berkembangnya penyakit AMD (Age-relaled Macular Degeneration). Degenerasi retina pada pusat penglihatan ini menimbulkan pandangan kabur pada bagian tengah sehingga penderita sulit membaca, mengenali wajah dan aktifitas lain yang memakai pandangan tengah.

Sinar biru energi tinggi ini selain terdapat pada sinar matahari, ternyata juga ditemukan pada peralatan digital yang saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup kita..Sehingga Polycore Indonesia melihat perlunya hal ini untuk terus menerus disosialisasikan mengingat masyarakat Indonesia yang cenderung meremehkan pencegahan dan baru bertindak setelah timbul gejala nyata penyakit yang mungkin sudah terlambat.

Untuk ikut menjaga kesehatan mata masyarakat, Polycore Indonesia meluncurkan lensa Kodak UVBlue, yang efektif melindungi mata dari UV sekaligus sinar biru energi tinggi sehingga mengurangi faktor resiko timbulnya berbagai penyakit di atas. Kodak UVBlue memfilter hampir semua sinar UV dan sinar biru energi tinggi hingga 420nm.

”Selain mengurangi faktor resiko timbulnya Katarak dan AMD, keuntungan lain dari pemakaian lensa Kodak UVBlue adalah mengurangi ketegangan dan kelelahan mata karena paparan berlebihan sinar biru dari layar digital” tutur Budhi Santoso, Managing Director Polycore Indonesia.

”Peluncuran Kodak UVBlue ini semakin relevant karena kecenderungan generasi muda, terutama Gen Y and Gen Z, yang semakin terhubung melalui dunia digital (mobile, tablet, PC, etc) untuk sadar akan bahaya sinar biru yang dipancarkan peralatan digital,” ungkap Robert Halim,Presiden Komaris dari Polycore Indonesia.

Sejarah KODAK Lens

Tidak banyak merek yang terkenal di seluruh dunia seperti Kodak. Didirikan oleh George Eastman di tahun 1888, Kodak langsung mendominasi pasar film fotografi di abad ke-20. Keahlian mereka di bidang tersebut membuatnya meraih sekitar 90% pangsa pasar di Amerika Serikat.

“Lensa Kodak melambangkan kelanjutan tradisi legendaris dalam keahlian pencitraan melalui teknologi canggih digital optik. Setiap lensa Kodak dibuat secara presisi untuk mencapai kualitas prima. Hal ini untuk memastikan lensa Kodak memberikan kejernihan, kedalaman & kekayaan warna serta pandangan dengan detil yang tajam. Oleh sebab itu, kami hadirkan lensa ini di Indonesia agar bisa mudah diperoleh warga Indonesia,” jelas Robert Halim.

Kodak menyediakan pilihan yang lengkap untuk solusi perawatan mata, mulai dari lensa Single Vision untuk usia muda, hingga lensa progresif untuk warga senior. Semuanya tersedia dengan berbagai pilihan material (normal index,high index, photochromic, polycarbonate, polarized, UVBlue, dsb) dan dilengkapi dengan lapisan anti gores / anti pantulan kualitas tinggi CleanNClear. Hingga saat ini produk lensa kacamata kodak sudah dipasarkan diseluruh penjuru dunia. Polycore Indonesia adalah distributor eksklusif lensa kodak di wilayah Indonesia.

Polycore di Indonesia

Polycore Optical adalah pabrik lensa yang didiriikan di Singapura tahun 1976. Sejalan dengan perkembangan perusahaan Polycore membuka pabrik di Malaysia (Johor Baru tahun 1984) dan di Indonesia (Karawang, tahun 1991). Sebagian besar dari hasil produksi Polycore telah di-ekspor ke berbagai belahan dunia : Amerika, Eropa dan Asia. Hingga saat ini, Polycore telah dikenal di dunia sebagai pembuat lensa berkualitas untuk merk-merk sunglasses ternama dunia.

Selain lensa merk Polycore, didalam negeri, Polycore Indonesia juga mendistribusikan lensa merk Kodak dan Energeyes. Untuk mendukung hal tersebut Polycore Indonesia mengoperasikan 2 RX Lab (fasilitas pemrosesan lensa resep untuk toko optik) di Karawang dan Surabaya.

’’RX Karawang, kami disebut global RX karena hasil produknya ditujukan untuk pasar lokal maupun manca negara. Sedang RX Lab surabaya ditujukan untuk melayani pasar Jawa Timur dan sebagian wilayah Indonesia Timur. Ini perlu agar servis kepada pelanggan kami (toko optik) bisa lebih cepat. Hal ini selaras dengan komitmen kualitas pelayanan dengan maskot MR SMUT  selalu memberikan pelayanan yang CEPET, GA RIBET dan DEKET," ungkap Budhi. (imm/biangnews)